F1 Siapkan Pesawat Khusus Angkut Tim ke GP Australia di Tengah Krisis Timur Tengah
Nadir Media - F1 Siapkan Pesawat Carter, Boyong Pembalap dan Kru ke Melbourne Untuk GP Australia
Lando Norris di GP Australian 2025 (sumber © XPB Images)
Bagikan
Berita Terkini
Eksklusif di WhatsApp GarudaTV
Gabung
Penyelenggara Grand Prix Australia menegaskan bahwa seri pembuka musim F1 2026 tidak akan mengalami kendala berarti, meskipun saat ini terjadi kekacauan perjalanan di Timur Tengah akibat konflik Iran.
Isi Konten
Pesawat Carter Dikerahkan untuk Angkut Personel ke Melbourne
Bayang-Bayang Pembatalan Masa Lalu
Pasca-serangan gabungan AS-Israel ke Iran dalam beberapa hari terakhir, bandara-bandara di seluruh Timur Tengah telah menghentikan operasional penerbangan seiring ditutupnya ruang udara secara massal.
Baca Juga
Hasil Australian Open 2026: Ginting Gugur, Dua Junior Indonesia Melaju
Gangguan ini berdampak besar pada mobilitas global mengingat banyak bandara di Timur Tengah merupakan pusat penghubung (hub) internasional. Efeknya sudah merambah ke dunia balap; ratusan personel F1 dan anggota paddock mendapati penerbangan asli mereka ke Melbourne dibatalkan. Hal serupa terjadi pada kru MotoGP di Thailand yang kesulitan pulang setelah balapan akhir pekan lalu.
Pesawat Carter Dikerahkan untuk Angkut Personel ke Melbourne
Situasi tegang di Timur Tengah juga memaksa pembatalan tes ban basah Pirelli pada akhir pekan kemarin. Mengingat balapan di Bahrain dan Arab Saudi baru akan berlangsung bulan depan, pihak F1 merilis pernyataan resmi:
“Tiga balapan berikutnya berlangsung di Australia, Cina, dan Jepang, bukan di Timur Tengah—dan balapan tersebut masih beberapa minggu lagi. Seperti biasa, kami terus memantau situasi ini dan bekerja sama erat dengan otoritas terkait.”
Baca Juga
Fantastis! Naik Tajam, Segini Honor Wasit Piala Dunia 2026 dalam Satu Turnamen
Menurut bos GP Australia, Travis Auld, pihak F1 telah mengorganisir pesawat carter khusus untuk mengangkut sekitar 500 personel paddock menuju Melbourne. Dengan langkah ini, ia optimistis balapan akan berjalan sesuai rencana.
“Pembalap, insinyur, dan kepala tim akan berada di sini. Merekalah yang diprioritaskan,” ujar Auld kepada media lokal Channel Nine.
“Jadi, kita tidak akan melihat pembalap kejutan di balik helm nanti. Tentu saja keadaan berubah menjelang balapan, tapi ini adalah ajang besar. Selalu ada hal yang menuntut kita untuk sigap mengubah rencana, dan tim kami sudah terbiasa melakukan itu.”
Baca Juga
Chelsea Siapkan Cuci Gudang Besar, Hanya 7 Pemain yang Dijamin Bertahan
Ia menambahkan: “Seluruh kargo logistik sudah tiba di sini dan siap digunakan. Kami berada dalam posisi yang sangat yakin bahwa tidak akan ada dampak pada jalannya balapan.”
Bayang-Bayang Pembatalan Masa Lalu
Ini bukan pertama kalinya GP Australia menghadapi ketidakpastian akibat krisis dunia. Pada tahun 2020, balapan sempat dijadwalkan tetap berjalan meski pandemi COVID-19 mulai melumpuhkan dunia. Namun, balapan akhirnya dibatalkan secara mendadak setelah tim McLaren terpaksa dikarantina akibat satu anggotanya positif virus tersebut.
Selain F1, ajang balap lain seperti FIA World Endurance Championship (WEC) yang dijadwalkan balapan di Qatar akhir bulan ini, juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah secara intensif.
Baca Juga
Pisah dari Liverpool, Konate Dapat Kontrak Fantastis hingga 2030 di Real Madrid

TAGGED: F1 formula 1 GP Australia Melbourne
Bagikan Berita Ini
Bagaimana perasaanmu atas berita ini?
Love0
Sad0
Happy0
Angry0
Previous Article
Bripda P Dipecat Tidak Hormat Usai Siksa Junior Hingga Tewas di Samapta Polda Sulsel
Next Article
Harrison Ford Terima Lifetime Achievement Award pada Actor Awards 2026




