Danantara Targetkan Holding Maskapai BUMN Selesai 2026 untuk Efisiensi Operasional
Nadir Media - Danantara Indonesia menargetkan Holding Maskapai BUMN yang menyatukan Garuda, Citilink, dan Pelita Air rampung semester I 2026. Tujuannya optimalkan operasional dan tingkatkan pendapatan.
00:13:21
Danantara Indonesia, lembaga pengelola investasi negara, menargetkan pembentukan perusahaan induk atau Holding Maskapai BUMN rampung pada semester pertama tahun 2026. Holding ini akan menyatukan tiga maskapai penerbangan milik negara.
Maskapai yang akan tergabung dalam holding tersebut adalah Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional, anak usahanya Citilink Indonesia, serta Pelita Air Service yang saat ini berada di bawah Pertamina. Pembentukan holding ini bertujuan untuk menciptakan sinergi operasional.
Direktur Pelaksana Manajemen Pemangku Kepentingan Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa holding ini akan mengoptimalkan operasional ketiga maskapai dalam berbagai aspek penting. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian.
Optimalisasi Operasional dan Layanan Terpadu
Pembentukan Holding Maskapai BUMN ini diproyeksikan membawa sejumlah manfaat signifikan dalam hal operasional. Salah satu fokus utamanya adalah integrasi sistem untuk pengalaman penumpang yang lebih baik.
Rohan Hafas menyoroti potensi layanan tanpa hambatan di bawah struktur baru ini. Ini mencakup sistem pemesanan tunggal, poin mileage terintegrasi, mekanisme registrasi yang seragam, bahkan kemampuan pertukaran kursi antar maskapai.
Integrasi ini akan memastikan sistem pemesanan yang efisien dan optimal, sehingga memberikan kemudahan bagi para pelanggan. Selain itu, holding juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan armada di seluruh maskapai.
Dengan struktur ini, ketiga maskapai dapat saling berbagi pesawat untuk rute-rute dengan permintaan tinggi. Ini akan membantu mengatasi kendala operasional armada secara lebih efisien dan terpadu.
Mendorong Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi Keuangan
Pejabat Danantara tersebut juga menyatakan keyakinannya bahwa Holding Maskapai BUMN akan membantu mengurangi kerugian finansial. Terutama pada maskapai milik negara, termasuk Garuda Indonesia yang sedang berjuang.
"Kami berharap proses ini akan selesai pada semester pertama tahun 2026," kata Hafas. Ia menambahkan bahwa hal ini sangat penting untuk menghasilkan pendapatan tambahan tanpa perlu menambah pesawat baru.
Danantara saat ini sedang memfinalisasi bentuk perusahaan holding yang akan dibentuk. Konsolidasi ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk keberlanjutan bisnis penerbangan nasional.
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan konsolidasi holding maskapai BUMN ini ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2026. Garuda Indonesia akan berperan sebagai perusahaan induk utama.
Garuda Indonesia Sebagai Induk Holding
Struktur Holding Maskapai BUMN yang diusulkan menempatkan Garuda Indonesia sebagai perusahaan induk. Peran ini akan memberikan Garuda tanggung jawab strategis dalam mengelola operasional anak perusahaannya.
"Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan induk, dengan Citilink dan Pelita Air sebagai anak perusahaannya," jelas Oskaria. Pembagian peran ini diharapkan menciptakan tata kelola yang jelas.
Penetapan Garuda sebagai induk akan memungkinkan koordinasi yang lebih baik dalam perencanaan rute, pengelolaan armada, dan strategi pemasaran. Ini juga berpotensi memperkuat posisi Garuda di pasar penerbangan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merestrukturisasi dan menyehatkan industri penerbangan nasional. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem penerbangan yang lebih kuat dan kompetitif.




